Saturday, January 2, 2016

Susu Kuda Sumbawa Berkhasiat Antijerawat!

Siapa tak kenal Cleopatra? Ratu cantik itu suka sekali mandi susu. Tak kalah, kita juga punya susu khas Indonesia yang TERNYATA berkhasiat untuk kecantikan.

Selama ini susu kuda sumbawa dikenal berkhasiat menjaga kebugaran, stamina dan daya tahan tubuh. Tahukah kamu, ternyata susu kuda sumbawa juga dapat mengusir jerawat lho! Di bawah ini saya bahas secara singkat ya, penelitiannya. Kalau kamu tertarik, silakan teruskan dengan membaca laporan penelitian aslinya disini: SusuKudaSumbawa.pdf

Jika kamu tertarik melakukan penelitian mengenai antijerawat, penelitian berikut bisa jadi referensi buat kamu. Pada penelitian ini digunakan susu kuda sumbawa. Bakteri yang digunakan adalah Staphylococcus epidermidis (salah satu bakteri penyebab jerawat). Metode yang digunakan adalah uji kontak. Kamu bisa lakukan penilitianmu sendiri menggunakan bahan alam yang berbeda, misal dari tumbuhan, bukan susu, lalu kamu bisa gunakan bakteri dan metode yang sama persis dengan penelitian berikut ini. Atau kamu bisa gunakan susu kuda sumbawa juga dengan bakteri lain yang juga dapat menimbulkan jerawat. Dalam penelitian ini juga ada beberapa kelemahan. Penelitinya dengan jujur menyampaikan rekomendasi penelitian pelengkap dalam tulisannya (bisa didownload karya tulis ilmiahnya pada link di atas). Nah, kamu bisa melakukan penelitian yang direkomendasikan tersebut. Tertarik? Simak ulasan singkat penelitian berikut ini.

Susu kuda  Sumbawa  aktif  sebagai antibakteri  terhadap  bakteri  Staphylococcus epidermidis  dengan  metode  uji  kontak  dan  difusi padat.

Pendahuluan

Susu  kuda  Sumbawa  mempunyai  aktivitas anti  mikroba  yang  paling  baik  saat  diujikan terhadap beberapa bakteri uji, dengan pembanding  susu  sapi  dan  susu  kuda  bukan Sumbawa.  Sifat  antimikroba  dalam  susu  kuda Sumbawa  mempunyai  spektrum  yang  luas,  dan ternyata  bakteri  Gram  positif  lebih  sensitif dibandingkan  Gram  negatif  (Hermawati  et  al., 2004).

Metode Penelitian

Dilakukan  uji  kontak  susu  kuda  Sumbawa (konsentrasi  susu  kuda  Sumbawa  dibuat 25%,  12,5%,  6,25%,  3,125%) dengan  bakteri  uji  untuk mengetahui  pengaruh  jumlah  koloni  bakteri  uji (Staphylococcus epidermidis). Caranya, sebanyak  100  μL suspensi  bakteri  uji  (Standard  Mc  Farland  108) dikontakkan  dengan  900  μL  susu  kuda  Sumbawa selama  5  menit.  Campuran  sampel  dan bakteri  uji  setelah  kontak  lalu  diencerkan  dengan larutan  fisiologis  sebelum  ditanam  pada  media TSA.  Selanjutnya  diinkubasi  selama  24  jam  pada suhu  370C.  Pengamatan  dilakukan  dengan menghitung  jumlah  koloni  bakteri  uji  yang tumbuh lalu dilihat  konsentrasi  minimum sampel  yang  masih  menunjukkan  presentase penurunan  jumlah  koloni  bakteri  uji. Kontrol yang digunakan  adalah  aquadest  pH  3,5  yang disesuaikan  keasamannya  dengan  pH  susu  kuda Sumbawa.

Hasil Penelitian

Presentase  jumlah  koloni  bakteri  uji yang  mati  menunjukkan  angka  yang  sangat  bagus, berturut-turut  dari  konsentrasi  25%,  12,5%, 6,25%  dan  3,125%  sebesar  99,94%,  99,99%, 99,76% dan  99,73%.  Hasil  uji statistik  menunjukkan  bahwa  data  terdistribusi normal,  uji  kesamaan  variansi  terpenuhi  dan memberikan  informasi  bahwa  susu  kuda Sumbawa  pada  konsentrasi  3,125%  menghasilkan jumlah  koloni  terbanyak  (disusul  kemudian konsentrasi  6,25%, 25% dan  12,5%). Jumlah  koloni  yang  masih  hidup  terbanyak memberikan  pengertian  bahwa  presentase  bakteri uji  yang  mati  paling  sedikit,  artinya  aktivitas antibakterinya  kurang  bagus.  Namun,  pada penelitian  ini  presentase  kematian  koloni  bakteri uji  yang  paling  sedikit  adalah  99,73%.  Angka tersebut menunjukkan  bahwa  susu  kuda Sumbawa  mampu  membunuh  koloni  bakteri  uji sebesar  99,73%  dari  populasi  bakteri  uji. Berdasarkan  hasil  uji  ini,  bisa  dilakukan  penelitian lebih  lanjut  dengan  peningkatkan  pengenceran susu kuda  Sumbawa.
Perbedaan yang tidak signifikan terjadi antara jumlah koloni bakteri uji (yang hidup) setelah kontak dengan kontrol aquadest dan aquadest pH 3,5. Hal ini menunjukkan bahwa keasaman tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri.


Karya tulis ilmiah ini dibual oleh Fauzia  Nur  Laili,  Erna  Prawita  Setyowati dan  Susi  Iravati dengan judul  SUSU KUDA SUMBAWA KHAS INDONESIA   BAHAN KOSMETIK ANTIBAKTERI JERAWAT (Staphylococcus epidermidis). Dimuat dalam Traditional Medicine Journal (Trad.  Med.  J) edisi May  2014 Vol.  19(2) halaman 76-81.

No comments:

Post a Comment