Saturday, January 2, 2016

Kunyit Asem, Jamu Kampung Berkhasiat Luar Biasa

Siapa yang nggak tahu jamu kunyit asem? Pasti semuanya pernah nyobain. Tahukah kamu, ternyata jamu kampung ini terbukti berkhasiat mengobati diabetes lho! Luar biasa ya, ramuan warisan nenek moyang kita itu! Penelitian tentang khasiat kunyit asem teraebut dilakukan oleh Mohamad Andrie, Wintari Taurina dan Rizqa Ayunda. Judul laporannya UJI AKTIVITAS JAMU GENDONG KUNYIT ASAM (Curcuma domestica Val.; Tamarindus indica L.) SEBAGAI ANTIDIABETES PADA TIKUS YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN dimuat dalam Traditional Medicine Journal (Trad. Med. J.) Edisi May 2014 Vol. 19(2) halaman 97-104. Saya bahas secara singkat ya. Untuk lengkapnya kamu bisa baca di laporan penelitian aslinya, download di KunyitAsem.pdf

Jika kamu tertarik melakukan penelitian sejenis, kamu bisa gunakan jamu-jamu lain, lalu lakukan penelitian dengan metode yang persis sama dengan penelitian ini. Atau kalau kamu mau melanjutkan penelitian ini juga boleh. Misalnya kamu bisa lakukan uji toksisitas jamu kunyit asam. It's not so difficult to find an idea for experiment.



Metode  induksi  streptozotocin  dapat menyebabkan  terjadinya  diabetes  pada  hewan  uji. Jamu  gendong  kunyit  asam  memiliki  aktivitas antidiabetes pada  tikus  yang  diinduksi streptozotocin.

Pendahuluan
Diabetes  mellitus  merupakan  suatu  kondisi gangguan  metabolisme  yang  ditandai  dengan hiperglikemia  dan  abnormalitas  metabolisme karbohidrat,  lemak  dan  protein  yang  disebabkan oleh  penurunan  sekresi  insulin,  penurunan sensitivitas  insulin  atau keduanya  (Dipiro,  2005). Pengobatan diabetes melitus yang digunakan  dalam  dunia  kedokteran  meliputi pemberian  insulin  dan  pemberian  antidiabetik oral  seperti  golongan  sulfonylurea  dan  biguanid (Tjokroprawiro,  1996).  Namun  penggunaan  obatobat  tersebut  dalam  jangka  waktu  yang  lama dapat  menyebabkan  kerusakan  organ-organ penting  seperti  pankreas,  ginjal  dan  hati. Pengobatan  dengan  menggunakan  tanaman  obat tradisional merupakan  pilihan  pengobatan alternatif  yang  dapat  digunakan,  salah  satunya yaitu  jamu. Jamu  gendong  kunyit  asam  dapat  dijadikan pilihan pengobatan  alternatif  yang  dapat digunakan  dalam  pengobatan  diabetes  mellitus. Jamu  yang  berasal  dari  sari  kunyit  dan  sari  asam ini mempunyai  aktivitas  antioksidan  karena mengandung  senyawa  fenolik  (Yusup,  2001).

Metode Penelitian
Streptozotocin  diberikan  sekali  secara intraperitonial  pada  masing-masing  hewan  coba. Streptozotocin akan membuat hewan uji mengalami diabetes.Kemudian  3  hari  setelah  diinduksi  kadar  glukosa darah hewan uji diukur. Dua  puluh  lima  tikus  (Rattus  norvegicus) wistar  jantan  dibagi  ke  dalam  lima  kelompok secara  acak.  Kelompok  I  adalah  kelompok  normal tanpa  diberi  perlakuan  hanya  diberikan  CMC  1% satu  kali  sehari,  kelompok  II,  III,  IV  dan  V  adalah kelompok  kontrol  streptozotocin,  kelompok kontrol  glibenklamid¸  kelompok  dosis  1  (1,90  ml/ 200gBB)  dan kelompok  dosis  II  (3,80  ml/  200gBB) yang  diinduksi  streptozotocin  (7  mg/  200gBB)  dan diberikan  perlakuan  masing-masing  CMC  1%  satu kali  sehari,  glibenklamid  (0,27  mg/  200gBB) satukali  sehari,  jamu  gendong  kunyit  asam  dengan dosis  1,90  dan  3,80  ml/  200gBB  dua  kali  sehari pada  pagi  dan  sore  hari.  Masing-masing  kelompok diberi  pakan  dan  minum  yang  sama  setiap  harinya selama  28 hari.  
Kadar  glukosa  darah  tikus  percobaan ditentukan dengan metode enzimatik menggunakan  alat  Blood  glucose  Test  Meter GlucoDr™  model  AGM-2100  (diproduksi  oleh Allmedicus  Co  Ltd.,  Korea.  Kadar  glukosa  darah diukur  pada  hari  ke-  0,  4,  8,  12,  16,  20,  24,  dan  28 (Suarsana  et  al.,  2010).  Pasca  penghentian perlakuan  dilakukan  pengukuran  kadar  glukosa darah pada hari ke-32 dan 36.
Dua  ekor  hewan  uji  dari  masing-masing kelompok  dieuthanasia  menggunakan  kloroform pada  hari  ke-29,  kemudian  dibedah  dan  diambil organ  pankreasnya  dan  dilakukan  pemeriksaan terhadap  gambaran  pulau  Langerhans  pankreas dengan  pewarnaan  Hematoksilin  dan  Eosin.  Hasil akhir  diamati  dibawah  mikroskop  cahaya  dengan perbesaran  400x.  Untuk  mengetahui  persen  luas area  kerusakan  dilakukan  melalui  pengamatan menggunakanan  aplikasi  imagej  dan  penghitungan dengan rumus. Analisis data menggunakan uji  paired  sample  t-test pada SPSS 17.

Hasil Penelitian

Berdasarkan  hasil  yang  diperoleh  dapat disimpulkan  bahwa  jamu  gendong  kunyit  asam dapat  digunakan  sebagai  terapi  antidiabetes karena mampu menurunkan dan mempertahankan  kadar  glukosa  darah  hingga kembali normal  dan  dapat  memperbaiki kerusakan  pulau  Langerhans  pankreas  mendekati kelompok  normal.  Jamu  gendong  kunyit  asam dosis  1  dan  dosis  2  lebih  efektif  dibandingkan dengan  glibenklamid.  Namun,  kenaikan  dosis  jamu gendong  kunyit  asam  tidak  menyebabkan peningkatan aktivitas antidiabetes yang bermakna.  Dengan  demikian,  jamu  gendong  dosis 1  (1,9  ml/  200  g  BB)  adalah  dosis  efekif  sebagai antidiabetes  karena  dosis  tersebut  dapat menurunkan  kadar  glukosa  darah  dan memperbaiki  kerusakan  pulau  Langerhans  tikus yang diinduksi streptozotocin.

No comments:

Post a Comment