Saturday, January 2, 2016

Daun Randu Bisa Menumbuhkan Rambut!

Hai semuanya!
Punya rambut terlalu tipis? Ingin menyuburkan rambut? Daun randu bisa jadi solusinya. Kali ini saya akan bahas penelitian yang membuktikan bahwa daun dari pohon randu berkhasiat menumbuhkan rambut.
Kamu ingin melakukan penelitian tentang khasiat menyuburkan rambut dari suatu tumbuhan tapi bingung menentukan metodenya? Mungkin penelitian berikut ini bisa menjadi inspirasi. Langsung aja ya. Check it out!



Sari daun randu baik daun muda  maupun daun tua dapat  mempercepat pertumbuhan rambut. Tidak ada perbedaan bermakna antara sari daun muda dan daun tua dalam mempercepat pertumbuhan rambut.

Pendahuluan
Penumbuh rambut (hair tonic) adalah sediaan yang  mengandung  bahan-bahan  yang diperlukan  oleh rambut, akar rambut, dan kulit kepala (Tranggono, 1992). Penggunaan bahanbahan yang  berfungsi sebagai  penumbuh rambut (misalnya  counter irritant) dalam konsentrasi rendah  akan menyebabkan kemerahan  pada kulit  dan rasa hangat sehingga  meningkatkan  aliran darah  pada kapiler kulit (Balsam dan Sagarin, 1974). Pemanfaatan di bidang pengobatan antara  lain:  minyak dari biji untuk obat kudis dan  membantu pertumbuhan rambut, sari daun yang  masih muda dipergunakan untuk membantu pertumbuhan rambut dengan cara digosokkan pada kulit  kepala kemudian dipijit-pijit. Saponin diketahui dapat  meningkatkan aliran darah kapiler (Heyne, 1987; Perry,  1980).

Metode Penelitian
Daun  muda  dipetik dari pohonnya, diambil daun kedua  sampai ketiga dari pucuknya, sedangkan daun tua diambil dari daun  yang keempat sampai kesepuluh dari pucuknya (Soegihardjo,  1996). Kemudian dibersihkan dari kotoran  dengan cara dicuci dan ditiriskan. Sari daun muda dan daun  tua yang  sudah dibersihkan  dibuat dengan cara ditimbang, diiris-iris kecil, ditambah air suling  1/5  bagian , direndam  selama 30  menit, diremas-remas selama 15 menit, disaring. Sisa air ditambahkan pada ampas,  diremas-remas dan disaring, filtratnya dikumpulkan untuk keperluan pengujian (Heyne, 1987). Sari daun dibuat dengan kadar 2, 3,5, dan 5%.
Uji pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengguunakan  modifikasi metoda Tanaka (Hardiati, 1986) dilakukan terhadap  3 ekor kelinci. Sebelum  uji bagian punggung  kelinci dibersihkan  rambutnya  dengan dicukur, kemudian dibagi  menjadi 6 bagian, 3 di  bagian kanan  dan  3  di bagian  kiri. Tiap  bagian berbentuk bujur sangkar dengan sisi 3 cm. Pada  3  kotak di bagian kiri diolesi air, sari daun tua, dan sari daun  muda, demikian  juga 3 kotak di bagian kanan. Pengolesan pada tempat-tempat tersebut dilakukan setiap dua hari sekali pagi dan sore. Pengukuran  panjang rambut dilakukan  dengan menggunakan mikrometer  setiap tiga hari sekali dimulai pada hari ketiga sampai dengan hari ke delapan belas. Pertumbuhan rambut dihitung   sebagai AGD (Average  Growth Daily-Gain) dari panjang  rambut pada  hari ke 18  dikurangi panjang hari ke 3, kemudian dibagi 15. Setelah itu dilakukan uji t dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasil Penelitian
Pertumbuhan rambut pada bagian yang diolesi sari daun randu lebih cepat daripada bagian yang hanya diolesi air. Dari hasil uji t, ada perbedaan bermakna untuk  sari daun randu muda dengan  air, ada perbedaan bermakna untuk  sari daun randu tua dengan air, dan tidak ada  perbedaan bermakna antara sari daun muda dan daun tua.

Gimana, tertarik untuk baca laporan penelitian aslinya? Silakan download disini ya pdf nya DaunRandu.pdf

Penelitian tersebut dilakukan oleh Marchaban,  C.J. Soegihardjo,  dan F.E.  Kumarawati. Judulnya UJI AKTIVITAS SARI DAUN RANDU (Ceiba pentandra  Gaertn.)  SEBAGAI PENUMBUH RAMBUT. Dimuat di Traditional Medicine Journal Volume 12 tahun 2007.


No comments:

Post a Comment