Saturday, June 10, 2017

Proses Rekrutmen di PT Mersifarma TM




Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saat saya mengikuti proses rekrutmen di PT Mersifarma TM. Itu perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obat untuk penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf pusat seperti penyakit epilepsi, depresi, dan sebagainya.
Saya mengetahui lowongan ini dari iklan di Jobsdb.com. Saya langsung klik icon Apply pada aplikasi Jobsdb.com di ponsel saya. Kemudian, 7 hari kemudian, pihak HRD PT Mersifarma TM menelepon saya untuk mengikuti tahap seleksi karyawan yang akan diadakan 2 hari kemudian di daerah Pasar Minggu.
Pada tahap seleksi awal, saya diberikan soal-soal psikotes. Soalnya terdiri dari beberapa macam. Ada soal hitungan, soal kemampuan verbal (sinonim/antonim), tes hafalan, dan sebagainya. Setelah mengerjakan soal-soal psikotes, pihak HRD memanggil saya untuk interview. Yang melakukan interview adalah personil HRD. Pertanyaannya seputar karakter diri.
Menurut saya, pada tahap interview dengan HRD, mereka akan melihat sejauh mana saya memahami posisi yang saya lamar. Saya ditanyai bagaimana saya melihat diri saya, apa kelebihan dan kekurangan saya, mengapa saya melamar ke perusahaan tersebut, apa yang saya ketahui tentang perusahaan tersebut, apa yang saya ketahui tentang posisi yang saya lamar, dan sebagainya. Tips dari saya, disini kita harus pintar-pintar “menjual diri”. Jangan mengatakan hal-hal yang bisa membuat mereka meragukan kita. Tapi jangan berbohong juga karena kebohongan kita akan terbongkar semuanya pada tahap psikotes. Jadi jual saja diri Anda secara wajar dan jujur.
Tahap berikutnya adalah interview dengan user, masih di hari yang sama. Kebetulan, usernya sedang ada di tempat jadi interview dilakukan di hari yang sama. Jujur saja, saya belum punya pengalaman untuk menempati posisi yang saya lamar. Untuk menghadapi kondisi semacam ini, tips dari saya adalah kita harus bisa meyakinkan user bahwa kita adalah pembelajar tangguh. Tunjukkan bahwa kita benar-benar punya tekad untuk belajar. Tunjukkan bahwa kita adalah orang yang suka belajar dan mampu belajar dengan cepat. Dengarkan dengan antusias apapun penjelasan yang diberikan oleh user. Kalau perlu, catat. Tindakan ini menunjukkan bahwa kita benar-benar mau belajar. Selesai interview dengan user, saya diperbolehkan pulang.
Tujuh hari kemudian, saya ditelepon lagi untuk tahap selanjutnya. PT Mersifarma TM adalah perusahaan yang sangat hati-hati dalam menyeleksi karyawan. Saya diminta mengikuti psikotes lanjutan. Tidak main-main, psikotes ini dilakukan di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Kebayoran, Jakarta Selatan. Psikotesnya juga sangat berbeda dengan psikotes-psikotes yang pernah saya ikuti di perusahaan-perusahaan lain sebelumnya. Diawali dengan mengisi biodata. Seperti biasa, nama, riwayat keluarga, riwayat pekerjaan, riwayat penyakit, dan pertanyaan-pertanyaan semacamnya.
Berikutnya, saya diminta mengerjakan soal-soal. Tipe soalnya beragam.  Mulai dari pengetahuan umum (misalnya nama pejabat publik, kegunaan suatu alat, dan sebagainya), hubungan dua kata, dan lain-lain. Tiap jenis soal diberi waktu yang singkat. Satu dua soal tak sempat saya kerjakan.
Berikutnya tes koran alias Kraeplin/Pauli test. Di tes ini, saya diberikan kertas besar berisi barisan angka-angka. Lalu saya diminta menjumlahkan setiap dua angka dari bawah ke atas. Tiap 30 detik, penguji akan mengatakan “stop” dan kami harus pindah ke baris berikutnya. Pada tahap ini, hasil penjumlahan saya tidak fantastis. Dari satu baris panjang, saya hanya bisa menyelesaikan setengah baris. Pada tes sejenis yang pernah saya ikuti di perusahaan-perusahaan lain, orang lain bisa mengerjakan lebih baik dari saya. Bahkan ada yang bisa mengerjakan satu baris full sebelum penguji memberi aba-aba. Namun, hasil pekerjaan saya konstan. Setelah selesai, saya perhatikan, rata-rata, saya mampu mengerjakan setengah baris. Tidak drastis, maksudnya tidak sebaris penuh, sebaris lain setengah, sebaris lagi penuh, sebaris lagi setengah. Memang, yang ingin dilihat dari tes ini adalah kemampuan kita menghadapi tekanan. Kemampuan kita untuk tetap menghasilkan pekerjaan yang oke di bawah tekanan waktu.
Kemudian, saya juga diminta mengisi soal kepribadian (saya lupa nama tesnya). Pada soal tersebut disediakan dua pernyataan. Saya diminta untuk memilih salah satu pernyataan yang paling menunjukkan sifat saya.
Tes berikutnya mirip-mirip. Saya diberi tiga buah pernyataan. Dari ketiga pernyataan itu, saya diminta untuk memilih satu pernyataan yang paling menggambarkan diri saya dan satu pernyataan yang paling tidak menggambarkan diri saya. Pernyataan yang satu lagi dibiarkan saja tanpa diapa-apakan.
Tes berikutnya, saya diberi satu pernyataan. Saya diminta memberi tanda “v” pada kolom most jika pernyataan tersebut menggambar diri saya atau saya setuju dengan pernyataan tersebut dan memberi tanda “v” pada kolom least jika pertanyaan tersebut tidak menggambarkan diri saya atau saya tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Berbeda dengan tes sebelumnya, pada tes kali ini, di setiap soal, saya hanya diberi satu pernyataan (sebelumnya saya diberi dua dan tiga pernyataan).
Berikutnya, tes IQ. Tes IQ disini unik karena dilakukan secara LISAN. Ya, lisan, bukan tertulis. Yang mengikuti tes hari itu ada dua orang, termasuk saya. Kami dipanggil satu persatu. Saat giliran saya tiba, saya diberi soal hitungan. Soal diberikan secara lisan. Bayangkan, saya harus menghitung tanpa diberi kertas untuk mencoret-coret. Dan jawaban saya ditunggu. Psikolog pengujinya terus-menerus memandangi timer. Amazing! Beruntung saya dapat menjawab semua soal. Semoga jawaban-jawaban saya benar. Soal berikutnya adalah mengikuti urutan angka yang didiktekan oleh si psikolog. Ia menyebutkan lima sampai enam angka lalu meminta saya menyebut ulang. Terkadang ia meminta saya menyebutkan urutan dari awal ke akhir, terkadang pula ia meminta saya menyebutkan urutan dari akhir ke awal. Di soal-soal ini saya kurang yakin karena agak grogi. Semoga jawaban saya benar. Soal berikutnya adalah mengikuti pola. Saya diberikan enam buah dadu dengan pola berbeda-beda di setiap sisinya. Saya diminta menyusun dadu-dadu tersebut mengikuti gambar pola yang diberikan. Jumlah dadu teru-menerus ditambah sampai (kalau tidak salah 12 dadu). Si psikolog masih memegang timer. Beruntung saya mampu menirukan semua pola dengan baik. Semoga waktu yang ditunjukkan oleh timer untuk setiap durasi pengerjaan soal oleh saya cukup bagus. Kemudian, ia memberi beberapa kartu berisi gambar. Saya diminta mengurutkan gambar-gambar tersebut dan menceritakan urutan gambar tersebut. Saya paling suka soal ini karena saya orang yang suka berimajinasi. Berikutnya, saya diberi puzzle. Saya diminta menyusun kepingan-kepingan puzzle tanpa diberitahu gambar apa yang puzzle itu akan hasilkan. Disini saya cukup lama mengerjakannya. Semoga waktu yang ditunjukkan oleh timer tidak membuat psikolog itu meragukan saya.
Tes menggambar orang dan pohon juga ada. Wartegg test (meneruskan gambar di delapan buah kotak) juga ada. Tips untuk mengerjakan ketiga jenis tes ini ada banyak sekali di dunia maya. Tidak sulit mencarinya.
Tes ini dimulai dari pukul 8 pagi dan baru selesai pukul tiga sore. Tapi tenang, mereka memberi kita makan siang kok. Walau hanya berupa jajanan pasar (bubur sumsum, pastel, dan lemper), but I appreciate that. Sejauh ini, baru kali ini saya diberi makan siang saat mengikuti psikotes. Salut. Untuk ukuran sebuah psikotes, pelayanan rumah sakit jiwa ini sangat diacungi jempol. Dan untuk perusahaan sekelas PT Mersifarma TM, wajar kalau mereka sampai menggunakan jasa rumah sakit jiwa ini hanya untuk psikotes. Perusahaan besar pasti tidak mau mengambil risiko merekrut karyawan yang punya kelainan jiwa.

Perlu diingat, seluruh rangkaian tes ini tidak dipungut biaya sama sekali. Tujuh hari setelah psikotes kedua, saya kembali ditelepon oleh HRD PT Mersifarma. Mereka menyampaikan bahwa saya lolos seleksi.  Alhamdulillah. Mereka meminta saya untuk datang menyelesaikan tahap pemberkasan karyawan.

Sumber gambar: 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyZR9XHcx4wKa0B0rGPbzoOiEAfOSFXBVZwCR1mnOt8LIF0QE3gsJoDgmXwPsOHSIXWDTyTwLTvvbksqS_IvctZhGpBGLy4n34hJxRdZWhcEJ2VncW5Hv5W-ZY9HVNeyarLJPNM_wV33Ds/s1600/index.jpeg

9 comments:

  1. Untuk posisi yang saya lamar, ijasah nggak ditahan. Tapi untuk posisi marketing kayaknya ditahan. Soalnya ada fasilitas mobil gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Untuk salarynya gmna mba ? Apakah sesuai umk dan sistemnya apakah ada ada uang lain selain GP?

      Delete
  2. Kami dari TWIN Logistics mengajukan penawaran kerjasama dalam bidang pengurusan barang Import RESMI & BORONGAN.

    Services Kami,
    Customs Clearance Import sistem Resmi maupun Borongan
    Penanganan secara Door to Door ASIA & EROPA Sea & Air Service
    Penyediaan Legalitas Under-Name (Penyewaan Bendera Perusahaan)
    Pengiriman Domestik antar pulau seluruh Indonesia laut dan Udara atau Darat.

    Berikut Attecment terlampir.

    Terima kasih atas kepercayaan kepada kami, semoga kerjasamanya berjalan dengan lancar.
    Jika ada yang ingin dipertanyakan, silahkan hubungi kami di Nomor Phone : +62 21 8498-6182, 8591-7811 Whatssapp : 0819-0806-0678 E-Mail : pt.twinlogistics@gmail.com

    Best Regards,

    Mr. Andi JM
    Hp Whatssapp : 0819-0806-0678 / 0813-8186-4189
    = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = =
    PT. TUNGGAL WAHANA INDAH NUSANTARA
    Jl. Raya Utan Kayu No.105 B Jakarta Timur 13120 Indonesia
    Phone : +62 21 8498-6182, 8591-7811 Fax : +62 21 8591-7812
    Email : andijm.logistics@gmail.com, cs@twinlogistics.co.id
    Web : www.twinlogistics.co.id

    ReplyDelete
  3. Kak ijin bertanya setelah interview berapa lama info terima enggaknya dari pihak hrd nya?

    ReplyDelete
  4. permisi kak numpang tanya untuk interview apakah menggunakan bahasa inggris ya kak?

    ReplyDelete