Saturday, June 10, 2017

Proses Rekrutmen Terlalu Cepat, Apakah Mencurigakan?





Oke, disini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman tidak menyenangkan di dua perusahaan yang berbeda. Pertama di PBF dan kedua di apotek. Keduanya berlokasi di Jakarta.
Saya akan bercerita yang di PBF terlebih dahulu. Jadi PBF ini adalah perusahaan pengimpor produk-produk kecantikan. Proses rekrutmennya sangat amat mudah. Hanya ada satu tahap, yaitu interview dengan General Manager alias si owner. Kebetulan si General Manager-nya suka, maka tahapnya langsung penandatanganan perjanjian kerja masa training. Hanya semudah itu. Tapi ternyata pas mulai bekerja, aku dapat zonk.
Struktur organisasi di perusahaan itu sangat amat tidak jelas. Memang perusahaannya kecil sih, tapi dengan adanya struktur organisasi, pembagian kerja bisa menjadi lebih jelas. Semua orang merangkap sebagai admin. Semua surat dibuat sendirian, tidak ada admin yang membantu. Pembagian kerja juga tidak jelas. Dan sistemnya senioritas. Orang-orang yang telah lama bekerja disana tidak begitu ramah pada anak baru. Bahkan mereka suka menjatuhkan orang lain.
Yang saya rasa kurang sesuai dengan sumpah apoteker yang pernah saya ucapkan adalah bahwa disana ada satu atau beberapa obat impor yang pengurusan NIE-nya tidak jelas apakah sudah diurus atau belum. Untuk membela diri, mereka melakukan penelitian sendiri bahwa obat tersebut aman untuk digunakan. Ya, memang, penggunaan obat harus berdasarkan evidence alias bukti. Jika ada bukti bahwa obat tersebut aman, maka obat tersebut dapat dipastikan aman. Namun menurutku tidak sesederhana itu. Kenapa sih kita harus urus NIE (Nomor Izin Edar)? Dengan adanya NIE, pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap obat tersebut. Ketika ada perintah penarikan, pemerintah dapat mengingatkan jika kita lupa. Jika tidak ada pihak berwenang yang memonitor, tentu tidak ada yang mengingatkan untuk menarik obat berbahaya jika kita tidak tahu akan kebijakan tersebut. Jadi menurutku, menjual obat yang NIE-nya tidak jelas sama saja dengan memberi masyarakat obat yang kita tidak tahu pasti keamanannya.
Lebih parah lagi, si general manager itu sangat amat pemarah. Hal-hal kecil saja dapat membuatnya marah besar. Dan kalau sudah marah, kasarnya minta ampun. Kabarnya, sudah banyak orang yang menempati posisiku sebelum aku. Mereka semua tidak betah bekerja disana dan kabur tanpa mengajukan surat pengunduran diri.
Berikutnya, pengalaman di apotek. Saya pernah melamar kerja di sebuah apotek. Proses rekrutmennya hanya sehari dan saya langsung diterima. Hanya tes kecil dan interview singkat. Ternyata ada udang di balik bakwan. Sama seperti di PBF, saya punya bos yang begitu pemarah. Memang wanita ini sudah tua, mungkin sedang dalam tahap menopause dimana emosi menjadi tidak terkendali. Dan kabarnya, sama seperti di PBF, banyak yang sudah menempati posisi saya sebelum saya, namun mereka tidak tahan dan memilih kabur. Kabur berarti keluar bukan dengan cara baik-baik. Mereka langsung tidak masuk kerja selamanya, tanpa surat pengunduran diri.

Kesimpulannya, mereka melakukan rekrutmen secepat kilat itu karena mereka tidak mau mengeluarkan uang sia-sia. Bayangkan kalau dalam satu tahun ada lima orang yang masuk dan keluar untuk satu posisi. Perusahaan harus membiayai proses MCU dan psikotes untuk kelima orang itu. Sudah mahal, karyawannya tidak awet, jadi tidak perlu dilakukan psikotes dan MCU. Di samping itu, mereka benar-benar membutuhkan karyawan dalam waktu cepat karena banyak pekerjaan yang belum diselesaikan yang harus dikerjakan oleh calon pemegang posisi itu. Jadi, curigalah bila menemukan proses rekrutmen yang, menurut saya, tidak layak. Pertimbangkan untuk menolak dan mencari kesempatan lain yang lebih menyenangkan di luar sana. Percayalah, banyak bos yang lebih baik di luar sana. Saya sudah membuktikannya.

Sumber gambar :
https://lh3.googleusercontent.com/QGGSA0sTzHlTXl_evwJXQQ-G4byA3z3Lgvb5SC3PowqODy7KilGf6rRo-5dZMVrFnGYW=h900

6 comments:

  1. anda apoteker?bagaimana proses pergantiannya apabila yg sebelumnya saja kabur?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya saya apoteker.

      Kalau yg di PBF, kebetulan belum pernah ada apoteker penanggung jawabnya. Jadi walaupun orang yang sebelum saya kabur, tidak masalah karena penanggung jawabnya memang belum ada. Nah waktu saya tahu ketidakberesannya, saya langsung mengundurkan diri baik-baik sebelum dijadikan apoteker penanggung jawab.

      Kalau yg di apotek, posisi saya dan orang yang sebelum saya itu adalah apoteker pendamping, bukan apoteker penanggung jawab. Mereka kabur sebelum mengurus surat izin praktek apoteker. Kalau saya, mengundurkan diri baik-baik sebelum mengurus izin.

      Delete
  2. anda apoteker?bagaimana proses pergantiannya apabila yg sebelumnya saja kabur?

    ReplyDelete
  3. ini di apotek apa ya? kalo boleh tau.. bisa lewat ibox aja kalo tidak mau di publish... makasih

    ReplyDelete
  4. Kalo boleh tau apoteknya dimana ya? Karena saya juga di tes di sebuah apotek dengan tahap yg cepat mungkin berkenan membagi info via inbox

    ReplyDelete
  5. How to win at a casino with the jackpot
    Withdrawing the 시흥 출장안마 funds 나주 출장마사지 of the jackpot winner will be 전라북도 출장안마 processed by PaySafe. 대전광역 출장안마 This method allows you to deposit and withdraw your winnings to 광양 출장안마 your computer or

    ReplyDelete